Minggu, 17 September 2023

 Mekanisme Dasar Kerja Obat


* Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh bahan kimia pada sel hidup dan sebaliknya reaksi sel hidup terhadap bahan kimia tersebut.
* Farmakognosi adalah ilmu farmakologi yang mempelajari sifat-sifat tumbuhan dan bahan lain yang merupakan sumber obat dan dapat menyembuhkan.
* Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari agar obat dapat digunakan dan masuk ke tubuh secara efisien sehingga mampu mengatasi kondisi kesehatan secara optimal. Terdapat empat fase dalam farmakokinetik, yaitu :
1. Proses absorpsi, adalah cara pemberian obat dari suatu tempat pemberian masuk ke dalam aliran darah, dapat dilakukan secara oral, rektal, kutan, inhalasi, dan suntikan.
2. Proses distribusi, adalah ketika obat masuk ke sirkulasi darah, terbawa aliran darah ke seluruh tubuh, dan melakukan kontak dengan jaringan-jaringan tubuh.
3. Metabolisme obat, adalah proses reaksi kimia penting untuk membentuk metabolit obat yang diekskresikan keluar dari tubuh. Metabolisme obat utamanya dikatalisis oleh enzim.
4. Ekskresi obat, adalah pengeluaran obat dari dalam tubuh, baik sebagai obat metabolit maupun obat yang tidak berubah. Ekskresi ginjal memegang tanggung jawab utama untuk eliminasi sebagian besar obat.

            Tanpa tau kondisi fisiologis tubuh, obat tidak ada gunanya. Agar obat dapat bekerja dengan baik, dan memberikan khasiat, diperlukan pemahaman untuk beberapa hal berikut, antara lain :
1. Komposisi obat, yaitu bahan apa saja yang digunakan untuk membuat obat.
2. Dosis obat, yaitu takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertentu pada suatu penyakit.
3. Aturan pemakaian obat, seperti meminum obat sesuai dengan waktu dan dosis yang telah ditentukan.
4. Efek samping yang ditimbulkan obat,  yaitu dampak yang ditimbulkan akibat mengonsumsi suatu obat, seperti alergi, mual, dan mengantuk.
5. Cara penyimpanan, seperti menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan sinar matahari langsung.
            

 Prinsip Pemberian Obat

        Farmakologi adalah ilmu tentang obat-obatan yang berkaitan dengan interaksi molekul kimia atau zat kimia apapun yang dapat menghasilkan respons biologis. Farmakologi meliputi dua bagian, yaitu farmakokinetik dan farmakodinamik.
1. Farmakokinetik, adalah ilmu yang mempelajari bagaimana perjalanan obat agar dapat digunakan dan masuk ke dalam tubuh secara efisien, sehingga mampu mengatasi kondisi kesehatan secara optimal. Obat harus didesain sedemikian rupa agar ketersediaan obat di jaringan sel tidak berubah akibat kondisi tubuh atau fisiologis, juga agar obat bertahan lama sehingga reseptor pengganggu dapat berhenti diproduksi oleh tubuh.
2. Farmakodinamik, adalah ilmu yang mempelajari tentang cara kerja obat yang sudah didesain untuk mencari target seluler yang sesuai dan spesifik.
        Terdapat lima hak pemberian obat yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Pasien yang tepat (right patient), dimana apoteker harus tau bagaimana kondisi fisiologis dan penyakit apa ang diderita oleh pasien, sehingga terdapat kesesuaian terhadap obat apa yang harus diberikan oleh apoteker kepada pasien.
2. Pengobatan yang tepat (right medication), dimana kita harus tau dengan metode pengobatan apa yang tepat dan sesuai dengan pasien, seperti mengonsumsi obat dengan cara diminum atau dikunyah.
3. Dosis yang tepat (right dose), dimana apoteker harus memastikan dan memberikan dosis obat yang tepat dan benar pada pasien, sehingga obat tidak menimbulkan efek samping.
4. Rute pemberian yang benar (right route of administration), dimana kita harus berhati-hati agar dapat memberikan obat yang benar dan dapat memberitahu apakah obat sudah diberikan melalui jalur yang tepat, seperti melalui mulut atau dengan injeksi saluran pembuluh darah.
5. Waktu pengiriman yang tepat (right time of delivery), dimana kita harus memberitahu pasien, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi atau memakai obat tersebut, sehingga didapatlah khasiat dari obat tersebut. Misalnya, mengonsumsi obat 30 menit sebelum makan atau 1 jam sebelum tidur.

Minggu, 27 Agustus 2023

 Sejarah Kefarmasian Dunia


        Farmasi merupakan ilmu membuat dan meracik obat dari bahan alam maupun bahan sintetik untuk digunakan  dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Saat itu, banyak dari masyarakat sekitar hanya memfokuskan urusan medis dengan hal-hal yang bersifat gaib, seperti menggunakan roh, ilmu sihir, atau mantra-mantra. Namun, penggunaan tumbuhan sebagai obat telah ada sejak zaman prasejarah manusia. Pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat di dalam hutan dapat digali dari masyarakat setempat berdasarkan pengalama mereka yang diturunkan dari generasi ke generasi. Berkembangnya ilmu farmasi tentu saja melibatkan beberapa ilmuwan, antara lain :

1. Hippocrates (450-370 SM)

    Hippocrates dikenal sebagai "Bapak Kedokteran", lantaran pemikirannya yang banyak mempengaruhi ilmu kedokteran, termasuk mengubah kepercayaan masyarakat Yunani yang saat itu masih percaya bahwa penyakit disebabkan oleh dewa atau roh. Ia juga memisahkan obat dari takhayul, dimana ia percaya bahwa di balik setiap penyakit terdapat penjelasan yang rasional. Ia melahirkan konsep "menyembuhkan orang sakit harus memperhatikan sifat dasar manusia secara umum, sifat-sifat individu, dan karakteristik setiap penyakit". Pada hakikatnya, Hippocrates berhasil memformulasikan teori, metode, dan prosedur mendasar yang menjadi inti dari ilmu kedokteran.

2. Dioscorides (abad ke-1M)

    Dioscorides merupakan seorang dokter Yunani dan ahli botani, dianggap sebagai "Bapak Farmakologi" yang karya De materia medica nya berisi aturan penggunaan dan penyimpanan koleksi 600 jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat dari berbagai negara yang disinggahinya, seperti menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat digunakan, deskripsi tumbuhan, tempat menemukan, cara memakai, beserta gambarnya. Karyanya itu telah digunakan sebagai rujukan utama penyembuhan oleh dokter selama lebih dari 1.500 tahun. Obat-obat yang berhasil dibuat oleh Dioscorides antara lain adalah Opium, Ergot, Hyoscyamus, dan Cinnamon.

3. Galen (120-130M)

    Galen merupakan seorang dokter dan ahli farmasi Yunani yang terkenal setelah menciptakan sistem pengobatan, fisiologi, dan patologi yang hingga kini namanya masih dikaitkan dengan kelas obat-obatan yang diracik secara mekanik. Sampai saat ini, prinsip peracikan mekanik digunakan dengan istilah "sediaan galenik", yakni sediaan dibuat dari bahan baku hewan atau tumbuhan yang diambil sarinya. Galen juga dinobatkan sebagai pengarang buku terbanyak di zamannya dan meraih penghargaan untuk 500 bukunya tentang ilmu kedokteran-farmasi, serta 250 buku lainnya tentang filsafat, hukum, maupun tata bahasa.


UTS Pengantar Ilmu Farmasi

Syiki Fuasya Lubis (G1E123033) 1.  https://youtu.be/sZGR8R1fHZA?si=PCREPMQaQqHeikza 2.  https://youtu.be/ah99mRZsgyI?si=uEYMJmIdXTh2TbPr 3. ...