Syiki Fuasya Lubis (G1E123033)
1. https://youtu.be/sZGR8R1fHZA?si=PCREPMQaQqHeikza
2. https://youtu.be/ah99mRZsgyI?si=uEYMJmIdXTh2TbPr
3. https://youtu.be/lQEhLfe2HV8?si=SxPNFIlLSo9cYnhE
Farmasi merupakan ilmu membuat dan meracik obat dari bahan alam maupun bahan sintetik untuk digunakan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Saat itu, banyak dari masyarakat sekitar hanya memfokuskan urusan medis dengan hal-hal yang bersifat gaib, seperti menggunakan roh, ilmu sihir, atau mantra-mantra. Namun, penggunaan tumbuhan sebagai obat telah ada sejak zaman prasejarah manusia. Pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat di dalam hutan dapat digali dari masyarakat setempat berdasarkan pengalama mereka yang diturunkan dari generasi ke generasi. Berkembangnya ilmu farmasi tentu saja melibatkan beberapa ilmuwan, antara lain :
1. Hippocrates (450-370 SM)
Hippocrates dikenal sebagai "Bapak Kedokteran", lantaran pemikirannya yang banyak mempengaruhi ilmu kedokteran, termasuk mengubah kepercayaan masyarakat Yunani yang saat itu masih percaya bahwa penyakit disebabkan oleh dewa atau roh. Ia juga memisahkan obat dari takhayul, dimana ia percaya bahwa di balik setiap penyakit terdapat penjelasan yang rasional. Ia melahirkan konsep "menyembuhkan orang sakit harus memperhatikan sifat dasar manusia secara umum, sifat-sifat individu, dan karakteristik setiap penyakit". Pada hakikatnya, Hippocrates berhasil memformulasikan teori, metode, dan prosedur mendasar yang menjadi inti dari ilmu kedokteran.
2. Dioscorides (abad ke-1M)
Dioscorides merupakan seorang dokter Yunani dan ahli botani, dianggap sebagai "Bapak Farmakologi" yang karya De materia medica nya berisi aturan penggunaan dan penyimpanan koleksi 600 jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat dari berbagai negara yang disinggahinya, seperti menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat digunakan, deskripsi tumbuhan, tempat menemukan, cara memakai, beserta gambarnya. Karyanya itu telah digunakan sebagai rujukan utama penyembuhan oleh dokter selama lebih dari 1.500 tahun. Obat-obat yang berhasil dibuat oleh Dioscorides antara lain adalah Opium, Ergot, Hyoscyamus, dan Cinnamon.
3. Galen (120-130M)
Galen merupakan seorang dokter dan ahli farmasi Yunani yang terkenal setelah menciptakan sistem pengobatan, fisiologi, dan patologi yang hingga kini namanya masih dikaitkan dengan kelas obat-obatan yang diracik secara mekanik. Sampai saat ini, prinsip peracikan mekanik digunakan dengan istilah "sediaan galenik", yakni sediaan dibuat dari bahan baku hewan atau tumbuhan yang diambil sarinya. Galen juga dinobatkan sebagai pengarang buku terbanyak di zamannya dan meraih penghargaan untuk 500 bukunya tentang ilmu kedokteran-farmasi, serta 250 buku lainnya tentang filsafat, hukum, maupun tata bahasa.
Syiki Fuasya Lubis (G1E123033) 1. https://youtu.be/sZGR8R1fHZA?si=PCREPMQaQqHeikza 2. https://youtu.be/ah99mRZsgyI?si=uEYMJmIdXTh2TbPr 3. ...